SAFETY MESSAGES : Point-Poin Dalam Melakukan Induction

""SAFETY MESSAGES""

The important Safety induction it as important as every safety ptactise within an organisation it provide both the newly employed staf, operator, the costomers, contractor.

Safety induction sangat Penting untuk K3 karyawan karena ;

1. Company Reputation/ Reputasi Perusahaan : memberikan kesan profesional K3 dlm bisnis perusahaan termasuk cara anda memberikan Layanan yg memuaskan  thd pelanggan.

2. Retensi ; membantu karyawan  menyesuaikan dengan peran yg  baru, melakukan transisi K3 ke dalam bisnis dan beasimilasi kedalam budaya perusahaan.

3. Productivity  ; agar karyawan dpt mempelajari cara2 proses kerja yg benar sejak awal utk mencegah jalan Pintas.

4. Compliance/ Kepatuhan : meng idukasi karyawan ttg kebijakan K3 di perusahaan Anda ttg K3 , untuk melindungi karyawan dari insiden dan memajukan  Bisnis perusahaan.

5. Workplace Culture : Karyawan baru, tamu, contractor perlu menyesuaikan diri dan berasimilasi dengan budaya K3 di area kerja Anda.

6. Save Time & Money ;
K3..Bertujuan utk menghemat biaya bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

➡Safety  First is my Priority...

��PAUSE OF SAFETY
PLan And Use Safety Everyday

Materi Safety Induction pd umumnya sbb.  ;

1. Safety Policy internal perusahaan.

2. Area khusus untuk ;
-pejalan kaki,
-area  merokok
-area ibadah,
- toilet , istirahat. dll

3. Safety Rule/ aturan standard K3 ;
- larangan bawa senjata.
- larangan bercanda. dll.

4. Mandatory wajib pake APD diareal tertentu.

5. Prosedur emergency / keadaan darurat ;
- cara menggunakan APAR,
- bila terjadi kebakaran, ada organisasi ERT , sarana Alarm,  evakuasi dan  ke Assembly point.
- switch Alarm darurat
- Sarana Eye shower/ Eye wash.
- Fasilitas klinik perusahaan - bila ada

6. Prosedur pelaporan kecelakaan.

7. Bahaya Spesifik pada area kerja yg dikerjakan dan cara mengendalikan.

8. Prosedur PTW khusus Contrantor.
Krn cobtractor turnovernya tinggi, maka diperlukan control yg lebih ketat.

9. Menandatangani form kehadiran dan form komitmen mematuhi aturan K3.

10. Dokumentasi, photo2

11. Safety induction dilakukan SO, HSE Mgr. Engineer dll. yg diberi Tugas dan kewenangan.

12. Perkengkapan ; video, materi presentasi dll.

Materi tsb disesuaikan dng Perusahaan masing tergantung dg situasi dan kondisi tempat kerja.

Demikuanlah SP Hari ini, dan mudah2an masih ada yg tersisa manfaatnya di group yg terbaik ini..

Jazaakumullahu khoiron.

Wassalam
SS.04.01.18.

Safety PAUSE: Alat Pelindung Diri

""SAFETY MESSAGES 2018""

""PPE To Reduce the Risk of Injury or Harm to Users Caused by HAZARDS PRESENT in the Workplace.""

-- Konsistensi dalam membudayakan Disiplin adalah kewajiban kita sebagai warganegara yg berbudaya dan Agamis

--- Kepatuhan thd K3 merupakan standar kepatuhan Aturan legal/kebijakan perusahaan dan amanat Agama,..
yg bukan didasarkan krn perasaan takut karena sanksinya..tapi Kesadaran dan kebutuhan hakiki.

- Faktor kepribadian, sistem Nilai2 yg dianut yg berkaitan langsung dengan ke Disiplinan  yg ditanamkan oleh Ortunya,.. guru2..dan faktor Lingkungannya.. yg digunakan sebagai Acuan dalam Disiplin.
Untuk
Memacu Kualitas diri,  Keselamatan pribadi dan orang lain..

Selalu Disiplin memakai "APD" dalam bekerja di areal yg berisiko bahaya thd keselamatan adalah salah satu Kebutuhan hidup dan  kepatuhan thd amanah dalam beribadah..mencari nafkah..

"PAUSE OF SAFETY"
(Plan And Use Safety Everyday)

Daalam kepatuhan thd Legal "UU No.1 thn 1970 ttg K3 - Psl.14e. Bahwa ;

""Pengusaha Wajib Menyediakan APD secara cuma2 sesuai dg sifat Bahayanya..""

Baik Utk pekerja Permanen,. outsource/ kontrak,. pekerja lepas dll..

(Mungkin ga berlaku/ non comply bagi pengusaha/ Owner yg Super K)

Agar APD selalu dipakai oleh pekerja, maka ;

1. Pilihlah APD yang LAIK PAKAI , enak dipakai/ nyaman, ga ganggu pekerjaan dan memberikan perlindungan yg efektif.

2. APD harus memberikan perlindungan yg tepat thd potensi bahaya ..

3. Tahan dipakai lama..dan memenuhi standard K3.

4. Ga menimbulkan bahaya tambahan bagi pemakainya.

5. APD yg seringan mungkin dan ga menyebabkan Rasa ga nyaman berlebihan.

6. Bentuknya cukup menarik bisa dipakai secara fleksibel.

7. Membuat matrix kebutuhan APD utk karyawan.

8. Gunakan dokumen,  tanda terima/ kartu inventaris/ komitmen perjanjian utk dipakai saat bekerja, diberi label/ No./ nama pekerja, warna Tertentu (helmet sesuai tugasnya) dan berjanji utk merawatnya

9. Melatih mereka tata cara menggunakannya.

10. Menginformasikan potensi bahaya di areal kerja masing2 yg sesuai :
- SOP/ identifikasi bahaya/  JSA/ JSO/ Rambu2 dan  Pengendalian Risiko dll.

11.memperkuat team pengawasan sesuai tingkat Risiko dlm bekerja ..

Mudah2an kita selalu berdedikasi Untuk Kedisplinan Diri..agar bekerja lebih
" produktif, berkualitas, Safety dan Karir "
Dan
"" sukses Zero Accident n Zero Enviroment incident""

Kira2 demikian PS hari ini dan mudah2an masih tersisa manfaatnya di group yg the best ini..

Wallahu a'lam

Wassalam
SS.02.01.18

SAFETY PAUSE : HYGIENE SANITASI

SAFETY MESSAGES.

""Keracunan Makanan tidak hanya membuat penderitaan krn Sakit, namun juga bisa mengancam nyawa Anda, bila terlambat berobat ke RS.

��PAUSE OF SAFETY
(Plan And Use Safety Everyday)

1. Jalani pola hidup Hygiene.
Dan rutin membersihkan area Dapur dan peralatannya.

2. Cuci tangan yg bersih sebelum dan sesudah masak dan setiap kali menyentuh daging.

3. Mencuci bersih peralatan masak setelah dipakai.

4. Panaskan makanan sebelum dihidangkan.

5. Masak makanan hingga betul2 matang agar bakteri mati..

6. Jika makanan didinginkan, pastikan temp. Kulkas 0 - 5C dan simpan daging mentah di bawah dak kulkas paling bawah agar tdk menetes ke makanan lainnya.

7. Saat mencairkan makanan (daging, unggas ) beku, jangan dng cara menghangatkan. Tapi taruh dibahian bawah dak kulkas.

8. Upayakan selalu periksa tanggal kadaluarsa produk yg anda beli.

9. Hindari simpan  makanan/ daging pada wadah terbuka.

10. Simpan makanan secara terpisah dan hindari serangga dan hewan.

11.biasakan bekerja didapur  menggunakan APD (Celemek, sarung tangan, penutup rambut dan mulut, kuku pendek )

12  Kirimkan Sampel makanan ke Diskes setempat agar mendapat pengakuan/ sertifikasi laik hygiene Sanitasi jasa boga .

12.Upayakan MCU pada  karyawan  khusus pekerja penjamah makanan  (fisik, darah, Urin, usap dubur, rontgen) setiap 6 bln sekali.

13. Sertifikasi Training Hygiene Sanitasi bagi  Karyawan penjamah makanan berikut pemilik/ pengusaha.

Demikianlah PS hari...mudah2an masih ada manfaatnya.

Wallahu A'lam

Jazaakumullahu khoiron

Wassalam
SS30.12.17

Safety Officer duties (tugas2 sebagai Safety Officer) ;

⛱SAFETY MESSAGES

☎Safety Officer duties (tugas2 sebagai SO)  ;

Creating, enating, and Updating, job Safety Program for employees that encompass government Health and Safety Regulation as well as company standards for Safety in the workplace  .

Tugas Safety Officer ; Menciptakan, memberlakukan dan memperbaharui program Keselamatan kerja bagi Karyawan, yg mencakup ;

-aturan keselamatan, keamanan, kesehatan secara legal serta
-safety standard dr perusahaan utk Keselamatan di tempat kerja.

PAUSE OF SAFETY
(Plan And Use Safety Everyday)

Safety Officer Plan ;

1. Mengaudit K3 di area kerja.

2. Mengontrol adanya perilaku yg tdk aman dan kondisi tdk aman.

3. Menilai Risiko keselamatan dari smua aspek operasional.

4. Membuat laporan analisis data K3.

5. Memeriksa / Checklist,  peralatan produksi, proses dan contractor, untuk memastikan keamanan mereka.

6. Menganjurkan perbaikan utk peralatan yg tdk aman/ rusak.

7. Berfokus pd pencegahan dg menjaga pelaksanaan Pemeliharaan peralatan .

8. melaksanakan Pelatihan K3, safety Induction, briefing kpd karyawan, contractor, vendor, visitors ttg. prinsip2 Keselamatan Kerja karyawan..

9. Turut berpartisipasi  menentukan apakah produk yg diproduksi akan aman utk pelanggan..

10. Membuat rencana K3 dan saran2 perbaikan infrastruktur dan proses bisnis perusahaan.

11. Berbagi informasi, ide2, saran dan pengamatan dg pimpinan utk menciptakan konsistensi dlm standard K3 pd seluruh Team Safety Commitee. (P2K3 ) perusahaan.

12. Investigasi penyebab Kecelakaan/ kebakaran dan kondisi2 tdk aman ditempat kerja.

13. Sbg penghubung dg penegak hukum dan peneliti lainnya yg hadir saat kecelakaan serius.

14. Menemukan cara2 yg terbaik utk mencegah kecelakaan .

15. Meninjau dan melaporkan performa/ unjuk kerja K3 dan.

16. Konsisten melaksanakan aturan2 K3.

17. Menyusun Capex untuk  Safety Eq. And PPE. yg sesuai kebutuhan.

18. Melakungan pengendalian lingkungan hidup ( go green) yg sesuai aturan .

19. Membuat rencana untuk sertifikasi SMK3/OSHAS/ ISO 140OO/18000.  yg terintegrasi.

20. Dll.

Demikianlah PS hari ini dan mudah2an masih ada manfaatnya bagi group yg the best ini.

Jaazaakumullahu khoiron.

Wassalam
SS.28.12.17

Pentingnya Visi dalam Menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Artikel by: budhi_setiyawan@yahoo.com

diambil dari postingan di grup Whatsapp HSE Practisioner.

Semangat Pagi rekan rekan HSE Indonesia beberapa diskusi terkait Working At High sangat mengasikkan karena ketika ada yang memposting tentang Photo, Kejadian, atau hal hal yang terkait dengan WAH ini pasti akan selalu banyak komentar yang bagus, sinis, gurau, serius. banyak pelajaran yang didapat disana, kebetulan pas cuti kemarin sempat membaca salah satu artikel majalah maskapai penerbangan dan menemukan artiket yang cukup bagus yaitu tentang peribahasa jepang “Vision without work is a day dream,work without vision is a nightmare. Yang kalau diartikan dalam bahasa yang mudah kita pahami “ Sebuah Visi tanpa di ikuti dengan bekerja seperti sebuah mimpi disiang bolong. Namun Bekerja tanpa Visi sama halnya sebuah mimpi buruk”. Saya mencoba mengkaitkan dengan profesi kita sebagai Praktisi seorang Safety, ketika kita membaca komentar komentar dari postingan sebuah photo yang menginginkan tanggapan dari sisi Safety akan sangat jelas kita lihat mana orang orang yang memiliki visi, mana yang tidak, mana yang benar benar paham dan mana yang hanya sekedar paham. Banyak sekali komentar yang membahas tentang “keharusan memakai Full Body Harness dalam bekerja di ketinggian” namun sangat jarang sekali yang menjelaskan kenapa kita perlu memakainya dan apa alasannya. Ambil contoh banyak yang komentar “Wajib, Harus Memakai FBH titik tidak ada alasan lain”ketika ditanya kenapa? Di jawab karena keharusan dari perusahaan atau karena perusahaan yang terdahulu Memajibkan, banyak yang membanggakan pernah bekerja di perusahaan International yang menjadi “kiblat” safety dan menerapkan di perusahaan baru tanpa bisa memberi alasan lainnya padahal kalau kita mau lebih teliti dan mau belajar mintalah standart operasi prosedurenya disana akan dijelaskan dengan bahasa yg lebih lengkap kenapa mewajibkan FBH, berapa batasan ketingian dan ATURAN atau Regulasi yang mana di pakainya jadi tidak terkesan asal bikin peraturan. Ada Juga yang mau menjelaskan sedikit peraturan dan tentang Hirarki Kontrol yang sangat hafal urutannya dari mulai Eliminasi sampai urutan terakhir yaitu APD namun belum paham tentang hakekat dari hirarki kontrol tersebut belum tahu mana yang termasuk mitagsi aktif mana yang termasuk mitigasi Pasif, mana yang bisa mengurangi Consequence mana yang bisa mengurangi likelihood nya Ingat ketika kita berbicara tentang sebuah resiko kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan dan dalam hirarki kontrol tersebut kita juga seharusnya paham mana mana yang termasuk kedua hal tersebut. Begitu juga tentang “Kiblat” regulasi yang dianut belum tentu satu perusahaan sama dengan perusahaan yang lain dan itu sah sah saja asal ada dasar hukumnya yang mengikat contoh kecil tentang batasan ketinggian yang disyaratkan banyak yang berdebat 1,8 meter, 2 meter atau tidak ada batas ketinggian namun yang dipakai adalah selama ada perbedaan ketinggian lantai kerja dengan posisi bekerja dan berpotensi pekerja jatuh, serta cidera  itu sudah termasuk dalam bekerja diketinggian (permen no 9 th 2016). Kembali ke peribahasa diatas mana sih orang yang bekerja dengan Visi dan yang ngak punya VISI? ambil contoh sederhana saja ketika seorang HSE di tanya tentang pekerjaan diketinggian kira kira mana yang bekerja lebih baik Jika A menjawab  harus ada ijin bekerja dan memakai APD wajib FBH dan hanya menerapkan hal tersebut dilapangan, sedangkan B menjawab dan menjelaskan tentang pentingnya penggunaan APD dan fungsi dari ijin kerjanya serta menerapkan dilapangan. Sedangkan C selain menjawab ttg prosedure juga melakukan risk assesment secara keseluruhan bukan hanya pada pekerjanya saja tapi pada orang disekitarnya dan keamanan barang di sekitarnya, dengan kata lain menciptakan kondisi kerja yang aman secara kelesuruhan bukan hanya terfokus pada satu pekerjaan saja. Ketiganya sama sama bekerja sesuasi prosedure perusahaan namun orang ketiga yang selain bekerja juga mempunyai Visi yang cukup jelas dan terarah tidak sekedar menjalankan perintah saja. Orang kedua mempunyai Visi namun kurang cukup jelas masih sebatas pada pekerjaanya saja.
Dalam Buku Self Driving karangan Rhenald Kasali ada banyak pilihan dalam kehidupan menjadi “Penumpang” yang hanya bisa duduk manis sambil komentar sinis atau Cuma bisa mengkritik, ataukah jadi “pengemudi” sebagai seorang pengemudi pun juga ada dua pilihan pengemudi yang baik ataukah sebagai pengemudi yang buruk? Untuk menjadi seorang pengemudi yang baik dan mempunyai Visi yang jelas perlu latihan bukan hanya hafalan aja tapi lebih kepemahaman kita sebagai seorang Safety yang handal.
Semoga Tulisan ini bisa memberi motivasi buat menjadi seorang yang handal di bidang safety mampu menciptakan tim yang handal dan tangguh di safety, Sebuah Tim yang hebat terdiri dari orang orang yang hebat dibidangnya mulai dari paling bawah sampai Top manajemen. Semoga anda menjadi bagian dari tim yang hebat tersebebut.
Salam K3

Safety Talk Topic - Bekerja Di Ketingian

"Sapalah peserta dengan salam dan cairkan suasana sebelum memulai TOPIK SAFETY TALK ini"

topik safety talk kita kali ini adalah bekerja diketinggian.
definisi bekerja di ketinggian adalah Seseorang yang bekerja di ketinggian sekitar 1.8 meter atau lebih termasuk aktivitas Bekerja di Ketinggian, ketinggina 1,8 meter merupakan aturan standard di Indonesia. hal ini tentunya akan berbeda disetiap negara.
Bekerja di ketinggian merupakan aktivitas non rutin sehingga memerlukan dokumen izin kerja yang diberlakukan ditempat kerja kita. Tingkat resiko dari bekerja diketinggian merupakan tingkat resiko tinggi, oleh karena itu, semua aktivitas ini memerlukan tindakan pencegahan untuk meyakinkan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan dengan aman.
Pada saat anda akan  mengajukan Izin Kerja, anda harus mengerti akan :

  1. Tipe peralatan yang biasa digunakan untuk mencapai tempat kerja yang tinggi dan 
  2. Metode dan kelengkapan keselamatan 

Dalam menggunakan peralatan untuk bekerja di ketinggian, Apakah anda sudah melengkapi diri dengan peralatan keselamatan??
APD Wajib :

  1. Sabuk/tali keselamatan 
  2. Helm Keselamatan, Tali helm harus diikatkan ke dagu 
  3. Sepatu keselamatan  

APD Tambahan (tergantung dari jenis pekerjaan & kondisi di lapangan):

  1. Kacamata keselamatan 
  2. Sarung tangan (glove) 
  3. Masker
  4. Welding cap
  5. dll  

sementara itu, dalam melaksanakan pekerjaan di ketinggian, ada beberapa tipe peralatan yang digunakan untuk bekerja di ketinggian antara lain :

  1. Tangga  
  2. Scaffolding/perancah jembatan 
  3. Alat angkat mekanik (working platforms) 
  4. Bolt dan clamp scaffolding 
  5. Peralatan akses yang saling terhubung 
  6. Tali dan jarring keselamatan 

Topik Safety Talk : Keselamatan Saat Menggerinda / Grinding Safety

“Ucapkan salam pembuka dan sapalah peserta untuk mencairkan suasana”


Pada kesempatan ini Topik Safety Talk  kita adalah Keselamatan Saat Menggerinda / Grinding Safety
Menggerinda adalah suatu pekerjaan atau aktivitas yang paling sering dilakukan  untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi, fabrikasi dan pekerjaan lainnya, seperti:
  • Menggerinda hasil pengelasaan 
  • Menggerinda benda kerja yang akan dilas
  • Menggerinda alur untuk pengelasan belakang / back weld (notching)
  • Menggerinda untuk menghilangkan korosi / karat
  • Memotong material / benda kerja dengan gerinda potong (cutting wheel) 


Akibat dari seringnya pekerjaan menggerinda, terkadang pekerja kurang memperhatikan bahaya bahaya dan hal-hal lain yang harus diterapkan dalam pengerjaan dengan menggunakan gerinda tersebut. Baik itu yang berhubungan dengan proses menggerinda maupun faktor alat yang layak digunakan untuk menjaga keselamatan kerja. Banyak kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kesalahan penggunaan mesin gerinda, dari kecelakaan ringan sampai dengan kecelakaan yang berat bahkan meninggal (Fatality). 
Untuk menghindari kecelakaan kerja yang disebabkan kesalahan penggunaan mesin gerinda maka perlu diperhatikan beberapa hal sebelum melakukan pekerjaan menggerinda, yaitu: 

  1. Gunakan alat pelindung diri / Personal Protective Equipment (PPE) khusus selain PPE standar dengan tepat dan benar seperti, Masker, Safety Glasses, Face Shield, Ear Plug, Gloves. 
  2. Pastikan kondisi mesin gerinda baik dan aman untuk digunakan, tidak ada kebocoran arus pada bodi mesin dan kabel yang terhubung dengan mesin, kap pelindung / safety guard pada mesin terpasang. 
  3. Pasang batu gerinda untuk ukuran yang dibutuhkan dengan memperhatikan batas kecepatan maksimum / Maximum Operation Speed (MOS) yang tertera pada batu gerinda dan pastikan MOS pada batu gerinda lebih besar dari kecepatan maksimum mesin yang akan digunakan.( nb: kecepatan maksimum mesin tertera pada bodi mesin) 
  4. Perhatikan ketebalan batu gerinda yang sesuai untuk jenis pekerjaan yang akan dilakukan, untuk menggerinda jangan menggunakan batu gerinda yang tipis yang diperuntukan memotong. 
  5. Gunakan kunci yang tepat untuk mengencangkan pengunci batu gerinda. 
  6. Pastikan benda kerja yang akan dipotong atau digerinda dalam posisi yang tetap , supaya benda kerja tidak terpental ketika diberikan tekanan dari batu gerinda. Bila perlu pergunakan penjepit / clamp (Kasus : plat yang akan di gerinda berukuran 25 cm x 10 cm, ketebalan 1 ml, pada saat menggerinda posisi plat diletakkan di plat tipis dan licin, sehingga pada saat digerinda plat selalu bergeser, pekerja menggunakan tangan kiri untuk menahan plat tidak bergeser, tiba-tiba tangan kiri bergeser dan gerinda merobek sarung tangan hingga melukai jari telunjuk pekerja), apa yang harus kita lakukan? Untuk pencegahan, jangan sekali-kali meletakkan benda yang akan digerinda di atas permukaan yang licin.  
  7. Pastikan lokasi kerja aman dari bahan mudah terbakar seperti, thinner, Grease, oil. 


Hal-hal lain yang juga harus diperhatikan pada saat melakukan penggerindaan adalah: 

  1. Posisi badan harus dalam posisi aman untuk melakukan pekerjaan.
  2. Jangan memberikan tekanan yang berlebih terhadap batu gerinda untuk menghindari pecahnya batu akibat tekanan yang dipaksakan.
  3. Perkecil bagian batu gerinda yang kontak langsung dengan benda kerja / material yang digerinda atau dipotong. 
  4. Pastikan socket kabel power dicabut dari supply power pada saat penggantian batu gerinda. Dan jangan meninggalkan mesin gerinda dalam kondisi masih terhubung dengan power supply. 

Dengan memperhatikan hal-hal diatas maka resiko kecelakaan dari pekerjaan menggerinda atau yang menggunakan mesin gerinda dapat diperkecil bahkan dihindari. 

  • Ketahui dulu, apa yang harus diselesaikan/dikerjakan (material yang akan digerinda)
  • Ketahui dulu, apa keterbatasan material yang akan digerinda (ukuran, keadaan permukaan, jenis, posisi yang akan digerinda)
  • Ketahui dulu, apa keterbatasan mesin gerinda, apakah dalam keadaan baik atau rusak, apakah ukuran kecil, sedang atau besar,apakah komponen-komponen pendukungnya lengkap. 
  • Ketahui dulu, apa keterbatasan kita yang akan mengopersikannya, apakah dalam kondisi dalam keadaan sehat  jasmani dan rohani atau sakit, kemampuan fisik, pengetahuan dan pengalaman.  
  • Apa yang dilakukan pada saat gerinda sudah tidak digunakan
  • Pada saat akan mengoffkan  mesin gerinda, jangan putuskan terlebih dahulu dari sumber listrik, melainkan off kan dulu terlebih dahulu, kemudian cabut dari sumber listrik.
  • Pastikan peralatan tidak terhubung lagi ke bagian kelistrikan
  • Jangan pernah mencabut ke tiga cabang dari steker
  • Jagalah kabel listrik mesin gerinda dari panas, minyak dan ujung yang tajam
  • Pastikan hubungan listrik dan tekan tombol off saat gerinda tidak digunakan, atau sebelum diperbaiki, atau dibersihkan atau penggantian aksesoris.

Demikian Topik Safety Talk kita tentang Keselamatan Saat Menggerinda / Grinding Safety. mudah-mudahan ada manfaatnya untuk kita semua

Toolbox Talk Topic: Common Sense & Accident Prevention Go Hand in Hand

Toolbox Talk Topic: Common Sense & Accident Prevention Go Hand in Hand

Generally speaking, we’re not born with common sense, we acquire it throughout life. Common sense is really our life’s experiences (and training) put into action depending on the circumstances. 

Most workers have the common sense necessary to prevent them from getting hurt on the job – but unfortunately many don’t use it. Safety experts say at least 80% of workplace accidents are caused by the unsafe acts of employees--and not by unsafe conditions. No doubt, many of those accidents could have been avoided if the injured worker had just applied some common sense.

Toolbox Talk Topic: Common Sense & Accident Prevention Go Hand in Hand

So are you using common sense when you do the following?

Being In A Hurry - Sometimes there is more concern for completing a job quickly than safely. Take time to do a good job and a safe job.

Taking Unnecessary Chances - Daring behavior or blatant disregard for safe work practices can put you and your co-workers at risk. Follow all company safety rules and watch out for your fellow employees. Risky behavior is never appropriate on the job and sometimes can lead to disciplinary action.

Being Preoccupied – We all have other “things” going on in our lives – family issues, financial issues, thinking and planning for things outside of work. But not concentrating while on the job can get you seriously hurt or even killed. Focus on the work you’re paid to do. If your mind is distracted while at work, you're at far greater risk for an on-the-job injury.

Having the “It Will Never Happen to Me” Attitude – Maybe you’re experienced and good at your job. And you’ve done a certain job or task hundreds of times the same way. So what if you’re breaking the safety rules – an accident will never happen to you. Or will it? 

Having A Negative Attitude - Being angry or in a bad mood can lead to a serious on-the-job injury because anger almost always rules over caution, and sometimes can cause aggressive behavior or actions. Keep your “bad mood” in check and stay cool and in charge of your emotions while at work and you’ll be far less likely to get hurt.
Work safely every day so you don't become an accident statistic. You can do a quality job without rushing. Maintain a positive attitude and keep your mind on your work. Common sense--something smart workers use on the job every day to stay injury-free!


Toolbox Talk Topic: Common Sense & Accident Prevention Go Hand in Hand

Related:

TOOLBOX TALK TOPIC: A “Can-Do” Attitude – Can Get You Killed



People with a “can do” attitude almost always get the job done – regardless of the obstacles. Unfortunately, many with that same “can do” attitude sometimes consider safety one of those obstacles. This brings me to the tragic, and actual, case of John, who no doubt “attacked” his work with a “can do” attitude.

I’m guessing that most of us know someone like John, and maybe we know the person all too well. John was a Supervisor at a Concrete Plant working during a rare Saturday evening shift. 

TODAYS TOOLBOX TALK TOPIC IS : A “Can-Do” Attitude – Can Get You Killed

The newspaper article, printed on the Sunday morning following John’s “accident,” stated that John was in charge of a crew of workers. It’s my guess that John had a real “can-do” attitude at work.

On the Saturday evening of the accident, John was working on a machine that makes concrete blocks. The newspaper article didn’t note if hardhats were required in the area where John was working, but it’s my guess they were. But John was not wearing a hardhat at the time of the accident. Maybe he thought his hardhat would get in the way. 

TODAYS TOOLBOX TALK TOPIC IS : A “Can-Do” Attitude – Can Get You Killed

People with a “can do” attitude don’t want anything, even safety equipment, to get in their way. The newspaper article also didn’t note if the machine that John was working on could be worked on while it was running, but it’s also my guess that this machine should have been shut down before being adjusted or repaired. John didn’t shut down the machine before he started to work on it. Maybe he thought shutting down the machine would slow him down. People with a “can do” attitude don’t want to be slowed down when there’s a job to be done. It’s also my guess that the Company had safety rules regarding the repair and adjustment of the machine John was working on, likely calling for the machine to be “locked out.” “Can do” people also usually believe they know the equipment in their work area so well that a “lock out” isn’t necessary and it’s OK to take a safety short cut and fix the equipment “on the go.”

TODAYS TOOLBOX TALK TOPIC IS : A “Can-Do” Attitude – Can Get You Killed


To finish this tragic story, John’s head was crushed in that machine and he died of massive head injuries on the job that fateful Saturday night.

What safety equipment are you not wearing? What safety procedures slow you down? What machines are you taking a “shortcut” with? If your “can do” attitude doesn’t have safety first on your list of things to do, then “accidents” will likely and unfortunately be one of the results you achieve.
Remember: A job done safely is a job done right. Make sure your “can do” attitude puts safety first.


Related