Job Safety Analysis ( JSA )

Job Safety Analysis (JSA) atau dalam bahasa Indonesianya kita artikan sebagai analisa keselamatan kerja, merupakan satu bentuk dokumentasi dari sebuah pekerjaan, dimana tujuan dari pembuatannya sendiri adalah sebagai tindakan preventive atau pencegahan dini terhadap terjadinya kecelakaan.
Caranya?
Caranya adalah dengan mengetahui, mengenali dan mencegah faktor-faktor yang bisa menjadi sumber terjadinya kecelakaan. selain itu, penggunaan JSA juga merupakan sebuah media komunikasi antara pihak perencana, pelaksana dan tentunya pengawas keselamatan.

Apa isi dari JSA?

Baiklah, dalam artikel ini saya menyertakan contoh JSA yang mungkin dapat membatu anda memahami apa itu JSA. tetapi sebagai catatan, di artikel ini anda tidak akan mendapatkan penjelasan mendetail tentang apa itu JSA? tetapi paling tidak anda bisa mengetahui apa point utama yang terdapat pada sebuah JSA. ingat, JSA tidak sama dengan Metode kerja ataupun IZIN KERJA.
Kita mulai dari poin pertama. Sebuah JSA, berisi tentang langkah-langkah sebuah pekerjaan tetapi tidak mendetail. langkah-langkah yang dimaksud adalah garis besar dari langkah-langkah kerja.
Kedua, dalam JSA terdapat analisa mengenai potensi bahaya yang mungkin timbul dari masing-masing item pekerjaan.
Ketiga, dalam JSA terdapat analisa mengenai potensi resiko yang mungkin terjadi dari hasil analisa potensi bahaya yang  ada.
Keempat, dalam JSA terdapat sistim penilaian tingkat resiko dengan menggunakan angka ataupun levelisasi yang kemudian akan menentukan urgensitas dari pengendalian resiko yang akan dilakukan.
Kelima, seperti yang tertera pada point empat, pada JSA terdapat pengendalian yang harus dilakukan sehubungan dengan resiko yang ditemukan. dan terakhir, dalam sebuah JSA harus memiliki persetujuan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab. misalnya site manager, safety manager dll.
Pada dasarnya setiap pekerjaan harus memiliki JSA sebelum pelaksanaan dilakukan.
sekian dulu pembahasan tentang Job Safety Analysis. semoga point point diatas dapat  anda kembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pada jenis pekerjaan yang akan dilakukan.
sebagai catatan, yang terpenting JSA adalah bahwa semua prosedur yang telah dibuat dilaksanakan dengan tingkat toleransi seminimal mungkin. sehingga upaya keselamatan dan efisiensi kerja dapat terwujud sesuai dengan yang di inginkan.
sekian

Salam Keselamatan

buat anda yang ingin melihat salah satu contoh JSA, bisa mendownloadnya disini

No comments:

Post a Comment